Rabu, 26 November 2008

Typoid Abdominalis

A.Pengertian

Typoid abdominalis adalah penyakit infeksi akut pada usus halus biasanya lebih ringan dan menunjukan manifestasi klinis yang sama dengan enteris akut , oleh karena itu pemyakit in disebut juga penyalit demam enterik .

Typoid abdominalis / thypus merupakan penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh kuman salmonella thyposa.

B.Study Epidemiologi

Penykit ini banyak diderita oleh anak-anak ,namun tidak tertutup kemungkinan untuk orang dewasa. Jumlah jumlah penderita pada anak laki-laki dan perempuan sama besarnya. Penyakit ini dapat ditemukan dimana saja diseluruh dunia,biasanya berada di negara-negara yang sedang berkebang.Typoid selalu aa di sepanjang tahun dan meningkat pada musim penghujan . Penyakit typoid sering didtemukan pada daerah yang memiliki kebiasaan BAB di sungai,sanitasi yang jelek, dan kurang dapat menjaga hygieni makanan dan minuman.

Penyakit typoid abdominalis disebabkan oleh kuman salmonella thyposa. Sumberpenularan utama adalah penderita demam typoid itu sendiri dan karier melalui tinja makanan dan minuman yang tercema oleh kuman salmonella thyposa.Dan dapat dicegah dengan cara membiasakan BAB di jamban yang memenuhi syarat –syarat jamban sehat dan menjaga hygiene makanan.

C.Agent (kuman penyebab)

1. morfologi

Kuman berbentuk batang , tidak berspora dan tidak bersimpai tetapi mempunyai flagel feritrik (fimbrae) , pada pewarnaan gram bersifat negatif,ukuran 2 – 4 mikrometer x 0,5 – 0,8 mikro meter dan bergerak , pada biakan agar koloninya besar bergaris tengah 2-8 milimeter ,bulat, agak cembung,jernih ,licin dan tidak menyebabkan hemolisis.

2.Fisiologi

kuman tumbuh pada suasana aerob dan fulkuatif anaerob pada suhu 15 – 41 C (suhu pertumbuhan optimum 37 C ) dan pH pertumbuhan 6 -8 .Pada umumnya isolat kuman salmonella dikenal dengan sifat – safat , geraj ositif , reaksi fermentasi terhadap manitol dan sorbito positif dan memeberi hasil negatif pada reaksi indol . laktosa, voges ,praskauer dan KCN.

Sebagian besar isolat salmonella yang berasal dari bahan klinik menghasilkan H2S. Salmonella Thyposa hanya membentuk sedikit H2S dan tidak membentuk gas fermentase glukosa. Pada agar SS, EMB , dan MacConkey koloni kuman berbentuk bulat , kecil dan tidak berwarna, pada agar wilson Blair koloni kuman berwarna hitan berkilat logam akibat pembentukan H2S.

3.Daya Tahan

Kuman akan mati karena sinar matahari atau pada pemanasan dengan suhu 60 C selama 15 – 20 menit , juga dapat dibunu dengan cara pasteurisasi , pendidihan , dan klorinasi serta pada keadaan kering . Dpat bertahan hidup pada es, salju dan air selama 4 minggu sampai berbulan – bulan . Disamping itu dapat hidup subur pada medium yang mengandung garam metil , tahanterhadap zat warna hijau brrilian dan senyawa natrium tetratinoat dan natrium deoksilat . Senyawa – senyawa ini menhambat pertumbahan kuman kalifrom sehinggga senyawa – senyawa tersebut apat digunkan di dalam media untuk isolasi salmonella dalam tinja.

D.Gejala – gejala

Masa tunas berfariasi antara 3 dan 4 hari . Penyakit tidak datang dengan sekaligus tetapi datangnya secara berangsur , didahului dangan sakit kepala , badan lesu , kadang – kadang disertai batuk dan sakit perut.

Dalam minggu pertama suhu tubuh meninggi secara bertingkat seprti jenjang berangsur dari suhu normal sampai mencapai 38 – 40 C. Suhu tubuh lebih meninggi pad sore hari dan malam hari di banding pada pagi hari . Denut nadi teras perlahan , jadi pada saat ini trdapat bradikardi relatif , sedangkan biasanya pada suhu tinggi pada penyakit panas lainnya nadi pun ikut cepat juga . Buang air besar biasanya terganggu , dan terdapat lidah putih serta kotor , tepi lidah terlihat merah , kelihatan lidah gemetar, timbul bintik – bintik di dada dan di perut pada awal penyakit selama kira – kira 5 hari pertama , kemudian tanda – tanda inj akan menghilang , dan bisa menimbulkan infeksi pada kelenjar usus halus.

Pada minggu kedua akan timbul pus pada usuh halus tersebut , diman penderita terlihat menderita sakit berat , muka kelihatan pucat , lidah kering , serta diliputi oleh lapsisan lendir kental , nafsu makan berkurang , kadang – kadang ada juga penderita yang mencret disertai sakit perut.

Dalam minggu ketigagejala akan terlihat lebih jelas lagi yaitu perut akan terasa sakit sekali , tidak buang air besar , denyut nadi cepat dan lemah , kesadaran menurun kadang – kadang sampai tak sadar . Pada stadium ini akan terjadi pendarahan usus , lalu disusul kematian.

Bila tidak etrjadi komplikasi lebih lanjut , maka penyakit berangsur sembuh . Suhu tubuh akan menurun secara lisis pada minggu ketiga , gejala – gejala lain pun akan menghilang upla. Lidah mulai kelihatan bersih , namun begitu pada saaat ini kita harus berhati – hati juga mengingat penyakit ini masih bisa kambuh kembali . Jadi penderita juga harus meghentikan pengobatan sebelum waktunya dan juga tidak boleh tergiat dan tiba – tiba.

E. Proses terjadinya

§ Host

Hostnya adalah manusia dan banyak diderita oleh anak – anak tetapi terkadang juga diderita oleh orang dewasa . Ada dua macam penderita yaitu orang yang dinyataka menderita dan menunjukkan gejala – gejal klinis serta orang yang telah dinyatakan sebagai karier.

§ Agent

Agent penyakit ini adalah salmonella thyposa yang berbentuk batang , gram negatif dan fluktuatif anaerob , ukuran 2 – 4 mikrometer x 0,5 – 0,8 mikrometer.

§ Environment

Faktor lingkungan yang berpengaruha pada penyakit ini seperti kurangnya hygieni makanan , minuman dan keperluan pribadi

Jika dari ketiga faktor ini seimbang maka tidak akan terjadi penyakit typoid pada suatu individu.tetapi jika tidak ada keseimbangan maka penyakit in akan terus timbul.

F. Cara Peularan

Penyebab penyakit ini tidak berbeda diman laki – laki maupun perempuan akan mempunyai resiko terkena penyakit ini . Insiden tertinggi terjadi pada anak – anak , sedangkan pada orang dewasa penderita sering mengalami infeksi ringan dan biasanya sembuh sendiri yang pada akhirnya menjadi kebal . Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70 – 80 % pasien berumur 12 – 30 tahun , 10 – 20 % berunur 31 – 40 tahun dan lebih sedikit pasien berumur di atas 40 tahun.

Thypoid abdominalis terdapat diseluruh dunia dan penyebaranya sebagai penyakit menular , tidak selalu tergantung pada iklim , tetapi lebih banyak dijumpai di negara – negara berkembang dan daerah ilkim tropis.Pada seorang penderita typoid bakteri salmonell thyoi dapat di tularkan melalui fesesnya. Feses penderita typoid dapat mencemri tanah , jika jambannya tidak memenuhi syarat jamban sehat dapat mencemari air sumu dan air tanah disekitanya , dan jika di buang kesungai akan memancing datangnya lalat yang kemudian terbang dan hinggap pada makanan.

Cara peularannya melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh bakteri .Hal ini dapat terjadi antara lain :

§ Melalui air untuk kepentingan rumah tangga yang tidak terpenuhi syarat kesehatan

§ Daging , telur , susu yang berasal dari hewan sakit yang di masak kurang matang.

§ Makanan dan minuman berhubungan dengan binatang yang mengandung bakteri salmonella thyposa ‘

Kemudia makanan dan minuman eperti diatas masuk kedalam tubuh seorang individu dan dapat tertular penyakit typoid . setelah sembuh dari penyakit penderita akan kebal terhadap thyposa untuk waktu cukup lama . Mantan penderita juga dapat menjadi karier karena bakterinya masih menetap dan berkembang biak dalam kandung empedunya . Bahan yang berbahaya waktu penularan adalah feses penderita atau kerier.

G. Perjalanan proses alamiah

1. Adanya kuman salmonella thyposapada seorang penderita atau karier dan makanan yang masuk dalam tubuh seseorang , sehingga orang tersebut tertular ( dalam tubuny terdapat kuman salmonella thyposa ).

2. Jika daya tahan tubuh seorang individu yang tertular tesebut tinggi maka tidak akan terjadi gejala – gejala adanya penyakit thypoid tetapi orang ini telah menjadi karier , karena kuman salmonella thyposa bersembunyi pada kantung empedunya .Sedangkan daya tahan tubuh orang yang lemah maka akan timbul gejala – gejal penyakit thypoid.

3. Seseorang mengalami gejala sakit kepal , badan lesu , kadang – kadang disertai batuk dan sakit perut , dalam minggu pertama sihu tubuh meninggi antara 38 – 40 C . Suhu tubuh lebih tinggi pada sore hari an mala hari serta denyut nadi yang terasa perlahan.

4. Pada minggu kedua akan timbul pus pada usus halus , dan penderita terlihat sakit berat , muka kelihatan pucat , lidah kering , serta dilapisi selaput lendir kental , nafsu makan berkurang , terkadang menderita diare.Pada saat ini penderita harus mendapatkan perawata intensive.

5. Bila terjadi komplikasi lebih lanjut pada minggu ketiga akan terlihat gejala perut sakit sekali tidak buang air besar , denyut nadi cepat dan lemah kesadaran menurun bahkan hingga tidak sadar.pada stsdium ini dapat menimbulkan kematian.sedangkan jika komplikasi tidak terjadi maka pada minggu ketiga penyakit akan berangsur sembuh .Suhu tubuh kembali normal , gajala- gajala lain mulai hilang .Namun penderita yang sembuh dapat kambuh dan menjadi karier.

H. Pencegahan

§ Pencegahan Primer

1. Menerapkan dasar – dasar hygiene dan kesehatan lingkungan pada masyarakat

2. Isolasi terhadap sumber infeksi

3. Membuang sampah pada tempatnya dan pengolahannya serta clorinasi minuman

4. Penungkatan ekonomi dan peningkatan kebiasaaan hidup sehat serta mengurangi populasi lalat

5. Memberikan pendidikan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan

6. Sterilisasi pakainan , bahan da alat – alat yang di gunakan sehari – hari

§ Pencegahan Skunder

1. Deteksi karier dengan cara test darah dan diikuti pemeriksaan tinja dan urine yang dilakukan berulang – ulang.

2. Penderita perlu dirawat yang bertujuan untuk isolasi , observasi , dan pengobatan , pasien minimal dirawat antara 7 sampai 14 hari

3. Penderita diberikan bubur saring untuk menghindari komplikasi pendarahan usus dan perforasi usus

4. Pemberian obat yang efektif

§ Pencegahan Tersier

1. Pengawasan pejualan bahan makanan dan tempat pemotongan hewan.

2. Meningkatkan sanitasi dengan penggalaan pendirian MCK yang sesuai dengan syarat – syarat MCK yang sehat.